Tampilkan postingan dengan label Jenis Kopi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jenis Kopi. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Juli 2017

Sejarah Perkembangan Kopi di Indonesia

Perkembangan kopi dunia tidak akan lepas dari pengaruh distribusi biji kopi dari Negara Indonesia. Kita tahu bangsa ini memiliki berbagai jenis kopi yang memiliki banyak penggemar di mata pecinta minuman kopi di berbagai belahan dunia. Jenis kopi yang dihasilkan dari Indonesia memang sangat khas dan memiliki cita rasa yang khas.

Besarnya pengaruh penyebaran biji Kopi Indonesia di seluruh dunia ini tidak lepas dari sejarah kopi yang ada di Indonesia. Untuk itu disini akan kita bahas tentang sejarah perkembangan Kopi di Indonesia.


Sejarah Perkembangan Kopi di Indonesia
    Perkembangan Kopi di Indonesia ini sangat panjang dan tidak lepas dari peran pemerintah Belanda pada saat itu. Dan sejarah singkat tentang perkembangan Kopi Indonesia ini terangkum di dalam artikel ini. Perkembangan Sejarah Kopi Indonesia yang ada ini merupakan kumpulan dari beberapa informasi tentang sejarah Kopi Indonesia.

  • Sejarah Masukknya Kopi Indonesia
sejarah perkembangan kopi di indonesia, sejarah kopi arabika di indonesia, sejarah kopi liberika di indonesia, sejarah kopi robusta di indonesi

   Pertama kali tanaman Kopi ke Indonesia bermula pada sekitar tahun 1696. Tanaman Kopi pertama kali yang datang ke Indonesia adalah tanaman kopi jenis Arabika (Coffea Arabica). Tanaman Kopi Jenis Arabika ini didatangkan dari Malabar India oleh para pedagang Belanda pada waktu itu.

Tanaman Kopi Arabika yang di datangkan dari India ini di budidayakan pertama kali di Pulah Jawa, namun upaya pertama budidaya yang dilakukan ternyata tidak berjalan sesuai harapan karena pada saat itu terjadi bencana gempa bumi dan banjir disana.

  • Penanaman Kembali Kopi di Indonesia
     Setelah mengalami kegagalan pertamanya, ternyata pemerintah Belanda mencoba kembali untuk membudidayakan tanaman Kopi untuk kedua kalinya. Untuk percobaan kedua ini pemerintah Belanda mendatangkan kembali tanaman Kopi dari Malabar, India.

Tanaman Kopi yang didatangkan ini berbeda yaitu berupa stek dari Pohon Kopi. Dan dari percoban kedua ini ternyata budidaya tanaman Kopi berhasil tumbuh di Indonesia. Hingga akhirnya pada tahun 1706 hasil Biji Kopi yang dihasilkan dari Indonesia dibawa ke Amsterdam untuk dilakukan pengujian.

Hasil dari pengujian Biji Kopi dari Indonesia ini ternyata tidak mengecewakan. Biji Kopi yang dihasilkanpun mempunyai hasil yang berkualitas baik. Dengan hasil yang memuaskan tersebut maka budidaya tanaman Kopi mulai diperluas ke berbagai daerah di pelosok nusantara seperti Sumatera, Sulawesi, Bali, Timur dan pulau-pulau kecil lainnya di Indonesia.

  • Pergantian ke Jenis Tanaman Kopi Liberika (Coffea Liberica)
   Perkembangan sejarah selanjutnya yaitu mulai digantinya Jenis Tanaman dari Kopi Arabika (Coffea Arabica) ke Kopi Liberika (Coffea Liberica). Pergantian tanaman Kopi Jenis Arabika ke Kopi Liberika dilakukan karena pada waktu itu masih dalam penyesuaikan tanaman kopi dengan cuaca yang ada di Indonesia.

Penyesuaian tanaman kopi ini dilakukan untuk menemukan tanaman kopi yang cocok dengan iklim tropis yang ada di Indonesia. Alasan pergantian tanaman kopi jenis arabika ini dikarenakan pada tahun 1878 komoditi alam dari biji kopi jenis arabika mengalami kegagalan. Pada waktu itu hampir semua tanaman kopi terserang penyakit.

Untuk mengatasi kegagalan budidaya tanaman kopi arabika ini membuat pemerintah Belanda berfikir kembali untuk mendatangkan tanaman kopi lagi ke Indonesia. Dan tanaman kopi ini berbeda dari sebelumnya yaitu mengganti dengan spesies dari jenis Kopi Liberika (Coffea Liberica).

  • Pergantian ke Jenis Kopi Robusta (Coffea Canephora)
sejarah perkembangan kopi di indonesia, sejarah kopi arabika di indonesia, sejarah kopi liberika di indonesia, sejarah kopi robusta di indonesi
Biji Kopi Robusta 》Sumber foto: ottencoffe.com

   Perkembangan berikutnya ini ternyata dari adanya spesies lain dari tanaman kopi yaitu jenis Kopi Robusta (Coffea Canephora). Datangnya tanaman kopi robusta ini dikarenakan budidaya tanaman kopi jenis liberika yang ditanam di Indonesia mengalami kegagalan dan akhirnya tumbang seperti nasib dari tanaman kopi jenks arabika.

Kegagalan dari budidaya spesies tanaman kopi liberika ini bukan akhir dari perkembangan tanaman kopi di Indonesia. Usaha lain ternyata dilakukan dengan mendatangkan kembali spesies lainnya yaitu dari jenis tanaman kopi robusta (Coffea Canephora).

Jenis tanaman Kopi Robusta ini didatangkan pada tahun 1907. Datangnya tanaman kopi jenis robusta ini akhirnya mampu bertahan dari berbagai serangan penyakit dan tumbuh subur di Indonesia. Tanaman Kopi Jenis Robusta di Indonesia ini sangat mudah dibudidayakan dan bisa tumbuh di dataran rendah dengan iklim tropis.

  • Pemindahan Produksi Kopi
sejarah perkembangan kopi di indonesia, sejarah kopi arabika di indonesia, sejarah kopi liberika di indonesia, sejarah kopi robusta di indonesi
Petani Kopi Indonesia 》Sumber foto: 

   Perkembangan sejarah berikutnya yaitu tentang pemindahan produksi tanaman kopi dari pemerintah Belanda ke Pemerintah Indonesia. Perpindahan produksi ini terjadi pasa tahun 1945 pasca kemerdekaan Bangsa Indonesia. Pada masa pasca kemerdekaan itulah semua perkebunan yang dulunya dikelola oleh Belanda dinasionalisasikan dan menjadi milik pemerintah Indonesia sepenuhnya.

Dengan pemindahan produksi tersebut maka pemasok kopi ke seluruh dunia tidak lagi dilakukan oleh Belanda. Dengan berpindahnya kekuasaan ini maka seluruh perkebunan kopi peninggalan dari Pemerintah Belanda dikelola oleh para Petani di daerah masing-masing hingga sekarang.

Sejarah perkembangan kopi di Indonesia ini merupakan gambaran singkat dari sebagian besar sejarah di Indonesia tentang pertumbuhan tanaman kopi yang ada di Indonesia. Perkembangan sejarah dari tanah air ini setidaknya bisa membantu kita untuk lebih mengenal tentang sejarah Kopi di Indonesia.



Minggu, 09 Juli 2017

Melirik Varietas Baru Kopi Arabika Beraroma Jeruk dari Cianjur

Varietas baru kopi arabika ini diklaim pertama kali didunia dan hanya terdapat di daerah ini saja. Kopi Arabika varietas baru ini sangat unik dan memiliki ciri khas yang berbeda dengan Jenis Varietas Kopi Arabika pada umumnya. Keunikan dan kekhasan varietas kopi arabika ini terletak pada aromanya yang menyerupai aroma buah jeruk.

Kopi Arabika beraroma jeruk ini berasal dari daerah Cianjur dan sekitarnya. Untuk mengetahui lebih lebih lanjut tentang varietas kopi arabika yang beraroma jeruk ini mari kita meliriknya sebentar di artikel berikut ini.

varietas baru kopi arabika beraroma jeruk dari cianjur, satu lagi varietas baru kopi arabika di indonesia
Petani Cianjur yang sedang memetik buah kopi 》Sumber foto: beritacianjur.com

Asal Varietas Kopi Arabika Beraroma Jeruk
    Pertama kali biji kopi arabika ini didatangkan dari daerah Aceh, namun bukan berarti di Aceh juga ada varietas kopi dengan aroma jeruk seperti yang ada di daerah Cianjur ini. Biji kopi memang pertama kali didatangkan dari Aceh. Akan tetapi yang membuat aroma biji kopi arabika di Aceh dan Cianjur berbeda adalah dari cara penanamannya.


Cara Penanaman Varietas Baru Kopi Arabika 
    Untuk cara penanaman varietas terbaru dari Jenis Kopi Arabika ini adalah dengan sistem tanam Tumpang Sari. Yang mana cara penanamannya pohon kopi ditanam berdampingan dengan tanaman jeruk.

Penanaman seperti inilah yang memungkinkan kopi jenis arabika ini berbeda. Dengan sistem tanam seperti inilah yang mambuat biji kopi memiliki aroma jeruk karena akibat dari sistem tanam yang berdampingan dengan tanaman jeruk.

Untuk daerah tanamnya, kopi arabika varietas baru ini ditanam di daerah pegunungan. Tanaman varietas baru kopi arabika ini ditanam di daerah dengan ketinggian sekitar 1.050 meter diatas permukaan laut. 

Budidaya Varietas Baru Kopi Arabika
     Kopi Arabika varietas baru ini dikembangkan oleh para petani kopi yang ada di Desa Sukadana, Kec. Cempaka, Kab. Cianjur, Jawa Barat. Para petani ini menghasilkan variaetas baru dari kopi arabika dengan ciri khas aromanya yang menyerupaj buah jeruk. 

Pertama kali budidaya tanaman kopi di Cianjur ini dimulai pada Tahun 2013. Masa tanam yang tidak begitu lama pada akhirnya pada Tahun 2014 para petani di Cianjur sudah bisa memanennya. Dan hasilnyapun mengejutkan, biji kopi yang dihasilkan sangat khas karena beraroma seperti buah jeruk.

Varietas baru kopi arabika ini memang lebih nikmat karena mengandung kafein yang lebih tinggi dibandingkan Jenis Kopi Arabika pada umumnya. Dengan aroma yang khas seperti jeruk dan kandungan kafein yang tinggi membuat harga dari hasil panen biji kopi arabika ini memiliki nilai jual yang tinggi. 


Salah satu petani di Desa Sukadana juga menuturkan bahwa:
"Karena kopi ini termasuk kulitas tinggi, kami menargetkan bisa mengekspor kopi ini. Kopi arabika rasa atau beraroma jeruk ini, baru ada di Indonesia. Tapi, katanya kopi ini juga pernah dibuat di Bali dan sangat digemari warga dari berbagai dunia"

Untuk hasil panen pertama dari varietas baru kopi arabika beraroma kopi ini bisa dibilang berhasil karena dengan 2.000 Pohon Kopi Arabika bisa menghasilkan biji kopi seberat 2 Ton.  

Untuk harganya sendiri, hasil panen biji kopi arabika varietas baru beraroma kopi ini mencapai Rp5.000 - Rp 6.000 per kilogram. Harga varietas baru kopi arabika ini masih diatas harga kopi Robusta yang hanya berharga Rp 2.000 per kilogram.

Aroma dan Cita Rasa Varietas Baru Kopi Arabika dari Cianjur
    Untuk aroma yang dihasilkan dari biji kopi arabika varietas baru ini memiliki aroma buah jeruk. Aroma ini akan keluar apabila biji kopi sudah diolah dan siap saji. Rasa jeruk ini sangat alami dan tidak dari hasil penggunaan bahan buatan. 

Hasil alami dari aroma jeruk di varietas baru kopi arabika ini mamang tidak dihasilkan dari cara buatan, karena memang cara tanamnya yang mengakibatkan biji kopi menjadi beraroma khas seperti ini.

Munculnya varietas baru kopi arabika beraroma jeruk dari daerah Cianjur ini merupakan pencapaian yang sangat dibanggakan. Dan hal ini bisa menjadi koleksi tambahan tentang hasil kopi yang sangat beragam dan khas dari tanah Indonesia.


Referensi:

http://www.beritacianjur.com/read/567/lagi-kopi-arabika-beraroma-jeruk-bawa-keberuntungan

Jumat, 07 Juli 2017

Mengenal Tanaman Kopi Jenis Robusta

Berbicara tentang Jenis Kopi, kini jenis kopi terbagi menjadi tiga jenis yaitu Kopi Arabika, Kopi Robusta dan Kopi Liberika. Dari ketiga jenis kopi tersebut masih terbagi lagi dan biasanya nama biji kopinya disesuaikan dengan nama dimana biji kopi itu dihasilkan atau ditanam. Informasi tentang jenis biji kopi ini memang sangat luas. Namun untuk kali ini disini akan dijelaskan tentang salah satu dari ketiga jenis kopi di atas yaitu Jenis Kopi Robusta.

Informasi tentang jenis Kopi Robusta ini juga sangat banyak dan untuk memudahkannya disini terlebih dahulu akan dibahas tentang karakteristik dari Tanaman itu yaitu Tanaman Kopi Robusta. Dan untuk lebih jelasnya kita bisa melihat informasinya di bawah ini.

Mengenal tanaman kopi jenis robusta, inilah ciri-ciri tanaman kopi robusta
Tanaman Kopi Ronbusta 》Sumber foto: antaranews.com


Karakteristik Tanaman Kopi Jenis Robusta
Kita tahu bahwa setiap jenis varietas tanaman kopi itu memiliki ciri-ciri tersendiri. Dan untuk mengetahuinya kita bisa melihat dari beberapa bagian struktur Tanaman Kopi Robusta tersebut.

1. Akar Tanaman Kopi Jenis Robusta
   Struktur akar yang terdapat pada tanaman kopi jenis robusta memiliki akar yang sangat dangkal. Sehingga untuk bisa memaksimalkan pertumbuhannya dibutuhkan tanah yang subur dan kaya akan kandungan unsur organik. Selain itu untuk tanaman kopi jenis robusta juga sangat rentan khusunya terhadap faktor kekeringan.

2. Cabang Tanaman Kopi Jenis Robusta
   Untuk bentuk cabangnya, tanaman kopi jenis robusta memiliki cabang yang tegak lurus dengan susunan daun yang berselang-seling mengikuti cabangnya. 

3. Buah Tanaman Kopi Jenis Robusta
   Buah yang tumbuh di tanaman kopi jenis robusta dihasilkan dari cabang-cabang primer yang tumbuh mendatar yang membentuk tajuk menyerupai payung dan cabang yang cukup lentur.


4. Daun Tanaman Kopi Jenis Robusta
   Bentuk dari daun yang ada pada tanaman kopi jenis robusta membulat seperti telur. Sedangkan untuk ujung daunnya biasanya berbentuk runcing dan terkadang ada juga yang tumpul. Daun ini akan tumbuh di seluruh bagian tanaman kopi jenis robusta seperti di cabang, ranting, dan batang tanaman.

5. Bunga Tanaman Kopi Jenis Robusta
   Pada bagian bunga tanaman kopi jenis robusta ini akan muncul pada umur 2 tahun. Dan biasanya bunga mulai mekar pada saat musim kemarau telah tiba. Bunga di tanaman kopi robusta biasanya akan muncul di area ketiak dari cabang-cabang primer dan biasanya terdapat 3 sampai 4 kelompok bunga.

6. Jenis Penyerbukan Tanaman Kopi Jenis Robusta
   Tanaman kopi robusta ini melakukan peneyerbukan dengan secara silang. Jadi bisa dikatakan kalau tanaman kopi jenis robusta penyerbukannya termasuk dalam jenis penyebukan silang.

7. Masa Panen Tanaman Kopi Jenis Robusta
   Untuk masa panen dari tanaman kopi robusta ini akan bisa dilakukan pada saat 10 sampai 11 bulan ketika tanaman mulai berbunga. Dan untuk ciri-ciri buahnya adalah ketika buah kopi sudah menjadi warna merah maka tandanya buah kopi sudah siap untuk dipanen. Buah dari tanaman kopi robusta ini walaupun sudah masuk masa panen tidak akan jatuh dari pohonnya seperti buah-buah lainnya. Jadi untuk bisa memanennya kita bisa lakukan dengan cara memetik buah-buah kopi yang sudah matang tersebut.


Ketujuh informasi tentang tanaman kopi robusta diatas merupakan informasi secara garis besarnya saja. Namun setidaknya kita sudah mengetahui tentang ciri-ciri dari tanaman kopi robusta ini. Dan nantinya bisa kita jadikan referensi untuk mengenal lebih jauh tentang imformasi dafi tanaman kopi jenis robusta. Untuk jangan lupa untuk membagikan informasi ini jika dirasa sangat bermanfaat untuk kalian para pecinta kopi (Coffee Lovers)


Minggu, 18 Juni 2017

Nikmatnya Kopi Toraja yang Eksotis dan Barkarakter

Bagi pecinta kopi tentunya sudah mengetahui tentang kopi ini, yaitu Kopi Toraja Sapan. Kopi yang sudah terbukti setelah mendapat nilai tertinggi cupping pada acara Lelang Kopi Asosiasi Kopi Spesial di tahun 2012 yang diadakan di Kota Surabaya. Sejak saat itu popularitas dari Kopi Toraja mulai bersanding dengan Kopi berkualitas lainnya seperti Kopi Gayo dari Aceh.

Nikmatnya kopi toraja yang eksoyis, jenis kopi toraja, kopi toraja sapan, kopi asli sulawesi
Kopi Toraja 》Sumber foto: majalah.ottencoffee.co.id

Dengan semakin populernya Kopi Toraja maka Indonesia kembali menambah satu jenis kopi single origin terbaiknya. Untuk lebih mengenal tentang Kopi Toraja Sapan, maka sekarang kita bahas tentang kopi ini.



Karakteristik Kopi Toraja
   Secara umum jenis kopi toraja sapan ini memiliki karakteristik jenis kopi yang berasal dari benua Afrika. Kopi Toraja adalah kopi yang memiliki sejumlah karakter eksotis.

Citarasa dari Kopi Toraja
   Kopi Toraja memiliki body yang full, bringht acidity yang segar menyerupai apel hijau, buah anggur dan strawberry. Selain itu Kopi Toraja juga memiliki notes herbal dan kayu manis, ditambah rasa terakhir seperti dark chocolate.

Budidaya Kopi Toraja
   Budidaya tanaman kopi toraja tersebar di berbagai daerah di Toraja seperti Sapan dan Kalosi. Untuk daerah penyebaran tanamannya di daerah pegunungan dengan ketinggian diantara 1.400- 2.100 mdpl. Kondisi daerah yang seperti ini yang membuat Kopi Toraja melahirkan Kopi yang berkarakter khas dan kaya aroma.

Nikmatnya kopi toraja yang eksoyis, jenis kopi toraja, kopi toraja sapan, kopi asli sulawesi
Tanaman Kopi Toraja 》Sumber foto: majalah.ottencoffee.co.id

Cara Menyajikan Kopi Toraja
   Ciri dari Kopi Toraja yang khas dengan karakter mengagumkan, maka untuk mendapatkan single origin dari Kopi Toraja bisa dilakukan dengan tehnik brewing apa saja. Namun untuk mendapatkan rasa yang lebih jernih dan bersih bisa menggunakan cara salah satu cara seduh terbaik (pour over).

Informasi tentang Kopi Toraja ini akan semakin menambah wawasan kita tentang kopi-kopi terbaik dan istimewa yang lahir dari tanah air. Untuk itu berbanggalah kita sebagai warga negara Indonesia yang memiliki penghasil kopi-kopi berdaya saing tinggi di seluruh dunia.




Referensi:

https://majalah.ottencoffee.co.id/mengenal-kopi-toraja-sapan-yang-eksotis/