Tampilkan postingan dengan label Medan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Medan. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Maret 2017

Rumah Kawan Kopi (RuKaKo) Medan


Nah, ada 3 jenis manusia yang datang ke Rukako. Yang pertama obviously yang laper dan datang untuk makan. Jenis yang kedua ialah yang datang buat ngopi atau nge-bir. Kalo yang ketiga, yang paling spesial yaitu yang datang buat ber-selfie ria.

Walau masi berusia belia, rumah makan ini megah dibangun dan ditata dengan interior khas Indonesia masa tempo doeloe.



Kombinasi barang-barang antik digabung dengan perabotan Jati dengan design klasik serasa membawa kami kembali ke masa masa kolonial.



MaMa bahas satu persatu ketiga jenis pengunjung ini. Buat jenis pertama yang datang untuk makanan, mereka expecting Indonesian Food in a decent manner.

MaMa bahas satu persatu ketiga jenis pengunjung ini. Buat jenis pertama yang datang untuk makanan, mereka expecting Indonesian Food in a decent manner.

Intinya Indonesian Food yang disulap sedemikian rupa menjadi lebih elegan dan tempting. Ini tempat yang cocok untuk menjamu tamu spesial.

Mungkin salah satu penyajian Indonesian Food terbaik bisa kamu temui disini. Bukan yang termurah, tapi di komplimen dengan lokasi yang nyaman dan wifi yang kenceng.

Worry not kalau kamu prefer western food. Ada beberapa varian steak dan pasta juga disini seperti Chicken Steak yang sempat MaMa cicipi. It taste OK.



Nah tipe pengunjung yang kedua ialah yang datang untuk nge-bir, atau dalam kamus MaMa ialah ngopi (MaMa is not a big fan of beer).

Ya tentu saja dengan interior bergaya kolonial, cara penyeduhan kopi juga masih gaya kolonial. No fancy machine here. Dark coffee at it’s darkest and boldest is what you get. 

Live band disini juga memainkan lagu-lagu oldies dari jaman Siti Nurbaya loh. Kalau beruntung, MaMania bisa sambil bersenandung ditemani lagi dari Ebiet atau Koes Plus.

Nah tipe yang ketiga dan yang paling menarik untuk diperhatikan ialah tipe pengunjung yang dateng untuk selfies. Tingkah laku mereka lucu, gemesin dan bikin gerem.

MaMa sarankan duduk di taman belakang yang adem, barangkali aja mereka minta tolong buat difotoin. Barangkali…

Setelah membahas detail 3 jenis pengunjung disini, harusnya MaMania sudah punya bayangan nih, kamu jenis pengunjung yang mana. Kalau MaMa sih prefer duduk santai aja buat makan sambil numpang download atau update apps.

The only minus is, lokasi yang cukup jauh dari pusat kota dan terletak di jalan kecil. Tapi begitu kamu sudah disini, lokasi parkir sangat luas dan kamu disambut bagai meneer dari Belanda (ya know that feeling).



Coffee Cangkir Cafe Medan


Berdiri pertama kali di Jalan Dr. Mansur No. 134 Medan. Café yang memulai operasional sejak 18 Februari 2011 hingga sekarang ini pula bisa ditemukan di Jalan D.I Panjaitan dan Halat. Fauzi, supervisor asal daerah yang memberikan fasilitas live music, Wi-Fi, dan  lainnya itu mengatakan, dinamakan Coffee Cangkir agar praktis diingat.

Selain itu, awal mula orang minum kopi menggunakan menggunakan cangkir bukan mug layaknya sekarang.

“Kami ingin menyajikan kopi khas Indonesia yang tidak ke barat- baratan karena target marketnya utamanya orang Indonesia,” kentara Fauzi.

Fauzi menambahkan, pelanggan yang datang ke tempat ini kebanyakan datang dari kawula muda terutama mahasiswa karena lokasinya berdekatan dengan kampus. Walaupun begitu, terdapat juga orang luar yang singgah ke sana.

Tempat yang di Dr. Mansur sendiri, café ini memberikan desain daerah yang lebih tradisional dengan menggunakan atap rumbia, dinding semi permanen yang terbuat dari papan dan batu agar tamu yg datang lebih santai. Khususnya karena di sini daerah kampus sehingga untuk daerah nongkrong mahasiswa, menghilangkan kelelahan mereka sehabis ujian, dan diskusi bersama temannya.

Sedangkan di D.I Panjaitan menggunakan konsep “homey” agar terkesan nongkrong layaknya di rumah dan di Jalan Halat lebih menonjolkan gaya resto.

“Hanya desain yang tidak sama akan tetapi bila dibandingkan, harga, serta hidangan permanen sama untuk ketiganya tempat,”imbuh Fauzi sambil menyebutkan café itu buka mulai jam 9 pagi hingga 12 malam setiap harinya.

Fauzi mengatakan, waktu awal berdiri, Coffee Cangkir memang mempunyai tujuan buat membuat estimasi kawula belia bahwa kopi itu identik pahit yang lokasi mirip warung kopi serta didominasi oleh orang tua. Anak muda juga bisa tampil keren sambil minum kopi.

Perlahan tapi sempurna respon positif pun datang dari konsumen mereka, sehingga satu per satu pelanggan pun datang. Bahkan, terdapat pelanggan setianya yang berkunjung ke sana mampu 4 sampai 5 kali.

Semua itu, lanjut Fauzi, karena mereka tanggap membaca selera pasarnya. Hal ini juga turut menghasilkan dan bakal terdapat penambahan 4 atau lima outlet Coffee Cangkir selanjutnya.

“jika malam Minggu kapasitas kursi di sini mampu kurang. Umumnya 180 nambah sampai 200-an kursi Bila dihitung bersama bangku tempel,” Tangkas Fauzi.

Fauzi menuturkan, jenis minuman homogen kopi yang paling diminati kawula muda dan  kaum ibu. Artinya kategori freezing karena aroma kopinya lebih ringan. Freezing ialah kopi yang di blend dengan susu serta diberi variasi lain misalnya banana, oranye, maupun cokelat, oleh pelayan mereka. Di antara variasi freezing itu maka freezing chocolate coffee sering dipesan pelanggan.

Dia ialah kopi powder dan cokelat yang diblend dan diberi whip cream. “Jadi bawah bubuk kopi serta atas whip cream plus cokelat cair agar rasa lebih menyatu,” terang Fauzi diikutii dengan pernyataan bahwa kopi yang digunakan merupakan arabika serta robusta.

Sedangkan para orang tua kebanyakan memesan expresso, caramel macchiato menggunakan aroma kopi yang berat.

Supaya menjaga kepuasan pelanggan, Coffee Cangkir Cafe juga melakukan update sajian setiap 6 bulan. Mereka membuat kompetisi antar barista menggunakan reward yang sudah disiapkan untuk membentuk menu yang digemari konsumen. Jika terdapat menu yang kurang disukai maka akan dihapus dari daftar menunya.

www.dutamedan.com



Selasa, 03 Januari 2017

Circle Cafe Malang


Satu lagi cafe hadir di kota Malang Ngalamers, dengan nama circle cafe. Mengusung nama circle yang berarti lingkaran, berharap akan terus berputar untuk bisa melayani Ngalamers. Konsep yang diusung oleh Circle Cafe adalag konsep industri yang dibuat untuk tempat nongkrong.


Makanan yang ada di Circle Cafe cukup bervariasi, karena Circle Cafe menyediakan masakan barat, China, dan Jepang. Dari semua menu masakan yang bervariatif Ngalamers harus mencoba sushi, berbagai masakan kepiting soka dengan cara makan kepitingnya  tidak perlu susah-susah untuk mengupas kepitingnya. Untuk minuman di Circle Cafe yang harus dicoba adalah flave smoothies serta es cacing yang berwadahkan pot bunga, dengan tanah liat yang terbuat dari oreo sedang cacingnya terbuat dari jelly.

Circle Cafe tidak hanya untuk kalangan anak muda saja, namun bisa untuk semua kalangan. Tidak hanya untuk tempat nongkrong dengan teman atau sahabat, namun Circle Cafe bisa untuk berkumpulnya keluarga. Karena Circle Cafe bukan sekedar cafe namun juga restoran.

Sumber : halomalang.com

Lokasi Circle Cafe :


 



Senin, 02 Januari 2017

Kopi ONG Medan


Nama Kopi ONG jika diartikan dalam bahasa tionkok berarti kedai kopi. Terletak di Jalan Kapten Muslim No 6 Medan. 

Selain menyediakan aneka jenis kopi, teh dan cemilan juga tersedia di sini. Satu jenis kopi andalan mereka dinamai Kopi Lanang. Kopi racikan kopi arabika maupun robusta ini memiliki keistimewaan dan perbedaan dari kopi lainnya. Kopi Lanang diolah dari kopi biji ganda yang populasinya sangat sedikit dibandingkan kopi biasa. Sekitar lima persen dari total buah yang dihasilkan.

Kopi Lanang termasuk jenis kopi yang sangat istimewa dibandingkan kopi biasa yang biji cherrynya ada dua. Kopi Lanang berbentuk bulat pada satu cherry kopi, sehingga semua nutrisinya berada di satu cherry. Diberi nama Lanang karena jenis kopi ini memiliki biji tunggal, sangat berbeda dibandingkan biji buah kopi biasa.

Selain Kopi Lanang, Kopi ONG yang merupakan cabang dari Kopi Tiam ONG yang berada di Jalan Dr Mansyur juga menyediakan berbagai jenis kopi lainnya seperti kopi ONG Sidikalang, kopi ONG Lintong, kopi ONG Robusta, kopi Luwak ONG, kopi Klasik ONG, kopi Koyok, kopi Alpokat, kopi Durian Koyok, kopi Lece Koyok dan lainnya. Harganya terjangkau, mulai Rp 12.000 hingga Rp 40.000. Kopi Lanang hanya sekitar Rp 15.000.

Berbagai menu makanan juga ditawarkan, dari roti telor saloee, roti mantou, pisang goreng boemboe roejak, salad popiah, oebi goreng dan banyak yang lainnya dengan harga mulai Rp 15.000 sampai Rp 20.000.

Naya, karyawan di Kopi ONG, mengatakan, kedai kopi ONG dibuka dari jam 11.00 WIB sampai 24.00 WIB. “Pengemar kopi di tempat ini dari anak- anak hingga orang tua. Orang yang menikmati kopi ONG ini berbagai daerah Aceh, Medan, Pekan Baru, Jakarta, Padang, dan negara lain seperti Jepang, Korea Selatan, dan Malaysia. Kadang mereka beli kopi untuk oleh-oleh,” ucapnya.



Kalau orang dari luar negeri saja sudah nongkrong di Kopi ONG, kenapa kita yang orang Medan asli belum mencoba? Oia, Kopi Ong juga menyediakan tempat untuk meeting kecil dan santai untuk keluarga.

Sumber : kopiongmedan.wordpress.com



Lokasi Kopi ONG : 




Minggu, 01 Januari 2017

Kopi Baba & Antique Photo Gallery


Lokasinya berada Jl Dr Mansur no. 47. Kafe ini memiliki koleksi foto kuno Kota Medan yang menjadi hiasan interior di dalam cafe ini.



Beberapa meja dan kursi disediakan di bagian depan, asumsi kami untuk para smoking visitors. Dengan jajaran parkiran kereta dan hiruk pikuk traffic yang melintas di ruas jalan, kami lebih memilih untuk duduk di dalam ruangan AC yang lebih adem.

Tatanan meja dan kursi tidak terlalu rapat, dan dengan perabotan yang menyerupai gaya klasik, serasa dibawa ke zaman kolonial sambil melihat beberapa foto kuno dari tahun 1890.

Tempat ini tepat bagi kalangan mahasiswa yang ingin mengerjakan tugas kuliah, ditemani secangkir kopi yang sangat terjangkau harganya, dan difasilitasi ruangan ber-AC dengan fasilitas wifi.

Refrensi : makananmana.net

Lokasi Kopi Baba :