Tampilkan postingan dengan label Sumatra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sumatra. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Mei 2017

Perkebunan Kopi Gayo Aceh

Perkebunan Kopi Gayo Aceh

Kali ini kita akan membahas tentang perkebunan kopi yang ada di Dataran Tinggi Gayo. Terletak di antara 3 kabupaten sekaligus yaitu Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Bener Meriah, dan Kabupaten Gayo Lues. 

Karena berada di ketinggian tanah di wilayah Dataran Tinggi Gayo sangat subur. Masyarakat sekitar biasa berkebun kopi, tembakau, dan sayur-saruyan. Ada juga yang menjadi petani di Dataran Tinggi Gayo. Didukung oleh tanah yang subur hasil panen didaerah Dataran Tinggi Gayo sangat menjanjikan.

Mengenal Perkebunan Kopi Gayo

Perkebunan Kopi Gayo sudah ada sejak penjajahan belanda tepatnya pada tahun 1908. Perkebunan kopi ini terletak diketinggian 1200 mdpl menjadikan udara di sana sejuk dan masih asri sekelilingnya. Perkebunan Kopi Gayo termasuk perkebunan terluas di Indoneisa lo.. Luasnya mencapai kurang lebih 39.000 hektar. 

Masyarakat sekitar banyak yang menjadi petani kopi karena sangat menjajikan. Mengapa? Karena kopi yang dihasilkan di Perkebunan Kopi Gayo ini adalah Kopi jenis Arabika. Kopi Arabika sangat digemari masyarakat Indonesia dan bahkan dunia. Tak heran Kalau kopi yang dihasilkan di Perkebunan Kopi Gayo termasuk yang terbesar di Asia.

Sejarah Perkebunan Kopi Gayo

Kalau bicara soal sejarah pasti ada Belanda dan Jepang ya kan? Kali ini Belanda yang akan kita bahan hehe.. 

Belanda masuk ke daerah Gayo tahun 1904. Biasanya Belanda datang untuk memporakporandakan daerah yang mereka pijaki kan? Kali ini mereka datang untuk memberi penghidupan baru bagi masyarakat di Gayo. Belanda membuka Perkebunan Kopi Gayo di ketinggian antara 1000 - 1700 mdpl. 

Dengan perkebunan baru yang dibuka oleh Belanda ini menjadikan masyarakat sekitar tahu cara mengolah kopi yang benar itu bagaimana. Meraka saling bahu membahu untuk menciptakan biji kopi yang berkualitas tinggi.

Cita Rasa Kopi Arabica yang Dihasilkan Perkebunan Kopi Gayo

Sudah tidak diragukan lagi kualitas dan rasa daro Kopi Arabika yang dihasilkan di Perkebunan Kopi Gayo ini. Masyarakat dunia pasti sudah tahu tentang rasanya karena sangat nikmat. Rasa dari Kopi Gayo ini memiliki aroma dan perisa yang kompleks dan kekentalan yang kuat. Sangat berbeda dengan kopi lainnya.

Bahkan Kopi Gayo mendapat penghargaan di acara International Conference on Coffee Science. Kopi gayo di bandingkan dengan 4 kopi lainnya dan Kopi Gayo lah yang dipilih karena paling enak.

Gimana informasinya jelas kan? Kalau ada pertanyaan silahkan komentar dibawah ya..

Selasa, 21 Maret 2017

Ombre Cafe Palembang


Satu lagi pilihan bagi kawula muda untuk mencari tempat makan favorit. Ombra Cafe & Resto yang beralamat di jalan AKBP Cek Agus Blok A1 no. 1 Palembang ini bisa dijadikan tempat baru untuk menikmati makanan ala hotel bintang lima dengan cita rasa tinggi, namun dengan harga yang terjangkau.

Dari luar, tampak resto ini menghadirkan suasana Shabby Chic. Nuansa Eropa klasik yang ditandai dengan furniture dan difurnish dengan baik memanjakan mata dibalut warna-warna pastel, membuat kita berasa ada di rumah. Ombre seolah ingin memberikan warna berbeda ketimbang resto dan cafe yang telah menjamur di kota Palembang.

“Kami ingin memberikan perbedaan dari café yang biasa. Kebanyakan kalau resto dan café di luar itu menggunakan konsep vintage dan industrial, kami berani hadir dengan konsep yang berbeda,” ujar owner Ombre Café & Resto Otniel Sebastian, Sabtu (22/10).

Tidak hanya untuk makan dan nongkrong, Ombre juga menyediakan tempat VIP yang bisa digunakan untuk gathering, arisan, bahkan untuk paket pre-wedding. Harga yang ditawarkan pun termasuk murah, cukup memesan makanan dan minuman berjumlah Rp. 500 ribu per 3 jam sesi pemotretan, tanpa dibatasi berapa orang yang ikut.

Selain design interiornya, Ombre Café & Resto juga menyajikan banyak variasi menu pilihan yang diciptakan dari hasil kreativitas para chief andalan. Menu pun beragam, mulai dari makanan Indonesia, Thailand, Jepang hingga Western. Puluhan menu dan minuman itu pun masih terjangkau oleh dompet semua kalangan, berkisar Rp. 6.000 hingga ratusan ribu.

Pengunjung juga dimanjakan dengan pelayanan yang ramah dan cekatan. Para pelayan cantik dan bersahaja dengan sigap mengambil piring dan sendok yang sudah kotor, untuk segera diganti dengan yang baru.

Otniel juga mengatakan, inilah konsep yang akan ditawarkannya untuk bersaing menembus pasar. Ia ingin semua kalangan bisa menikmati pelayanan bak hotel bintang lima, dengan rasa yang berkualitas namun tidak membuat dompet bolong.

“Makanan kita pun diracik oleh chief kita yang berpengalaman. Karena Ombre ini dasarnya merupakan Pasttiserie (kedai roti,-red), maka kita menonjolkan dessert(makanan pencuci mulut,-red) sebagai andalan. Dan yang pasti, kami akan memberikan suasana dan warna yang baru,” ucapnya.



http://korankito.com

Equatore Rooftop Cafe Palembang


Satu lagi tempat nongkrong asyik yang lagi trendy bagi anak muda kota Palembang, yakni Equatore Rooftop Cafe. Dengan lokasi yang  ada di komplek Ruku PS Mall tepatnya d lantai 5 Barong Hotel, Equatore Rooftop Cafe hadir sebagai rooftop cafe pertama di Palembang.

Sesuai dengan namanya, cafe ini memanfaatkan bagian atas atap sebagai cafe. Dengan menggunakan konsep cafe terbuka dan memanfaatkan rumput sintetis sebagai pengganti tanaman rumput. Selain itu juga tertata tanaman bunga-bunga cantik untuk mempercantik suasana di rooftop dibuat seperti berada di taman terbuka dengan kursi dan meja yang ditata semenarik mungkin plus dihiasi lampu-lampu yang menambah keindahan suasana cafe di waktu sore hingga malam hari sambil menikmati kilapan cahaya bintang dan bulan di atas langit.

Bagi pengunjung yang tidak ingin duduk diluar bisa  mengambil lokasi didalam ruangan. Untuk interior cafe bagian dalam juga tidak kalah menarik dengan taman dibagian luar. Dengan menggunakan konsep design victoria ala-ala Eropa, interior didalam ruangan bar ini kelihatan keren dan menarik untuk dinikmati.

Manager Operasional Equatore Rooftop Cafe, Bobby menjelaskan, cafe dengan konsep rooftop ini sengaja dihadirkan untuk memberikan alternative kepada masyarakat Palembang. Apalagi di Palembang ini sangat minim sekali tempat nongkrong yang asik dengan konsep seperti ini.

“Dengan hadirnya Equatore Rooftop Cafe diharapkan mereka yang hobi nongkrong tidak pusing lagi, karena bisa datang kesini untuk menikmati suasana dan meni-menu makanan yang kita hadirkan,” katanya.

Untuk makanan sendiri variannya sangat beragam dan banyak, mulai dari makanan ringan hingga makanan berat. Pilihannya ada menu nusantara ada juga western food. Seperti aneka pizza dengan beragam varian seperti pizza dengan topping buah, pizza rendang, pizza rica-rica. Ada juga aneka spaghetti, lasagna dan lainnya. “Selain itu juga ada aneka nasi, aneka steak dan masih banyak lagi variannya lebih kurang sekitar 100 menu. Harga mulai dari Rp 35 ribu – Rp 350 ribu,” tambah Bobby.

Untuk jam operasional senin-jumat mulai pukul 10.00 – 22.00 Wib, sedangkan weekend mulai pukul 10.00 – 23.00 Wib. Fasilitas ada freehotspot, ruang VIP 10 orang, ruang indoor, outdoor dan riil outdoor. Jadi bagi anda yang ingin mencoba tempat ini, jangan lupa ajak teman temannya sekalian menikmati hidangan yang ada.


http://jodanews.com

Minggu, 19 Maret 2017

Socolatte Khas Aceh


Saya mau mereview produk Home Made alias industri rumahan khas Aceh. Sekalian mempromosikan minuman khas Aceh. Kali ini namanya Socolatte, minuman coklat yang paling pas disajikan panas saat musim hujan seperti ini. Sebenarnya kalau musim panas sih enak juga disajikan dingin. Atau bisa di shake pakai es batu. Haduwh, jadi pengen segera pulang ke rumah dan membuatnya. Socolatte berarti coklat sehat karena tidak mengandung kolesterol dan dapat dikonsumsi tanpa takut gemuk, sesuai dengan definisi dari Socolatte itu sendiri. 

Mungkin kalau di Yogyakarta kalian tau coklat Monggo, Socolatte adalah produk makanan berbahan dasar coklat asli Aceh. Lokasi pabriknya berada di Kabupaten Pidie Jaya Provinsi Aceh. Socolatte telah memproduksi bermacam-macam jenis makanan mulai dari Chocolate Bar (termasuk chunky bar), Cocoa butter, Cocoa powder, dan Chocolate milk. Kemarin adik saya hanya membawa coklat bubuk untuk minuman. Jadi saya cuma bisa mereview jenis produk ini saja ya.

Socolatte ini nggak murni dark chocolate, karena di komposisinya ada gula halus juga. Lagian, siapa yang sanggup minum Dark Chocolate 100%? Pahitnya minta ampun. Pas kemarin Depok sedang hujan super derassss. Nggak nyalain AC juga masih dingin. Jadilah saya memanaskan air, lalu menyeduh Socolatte. Sebenarnya cara membuatnya gampang sih, cuma pengen saya foto aja. Silahkan disimak.

Mumpung teman saya sedang berkunjung, saya sajikan Socolatte untuk 2 orang. Karena saya nggak begitu suka coklat pahit, saya menambahkan Creamer atau gula. Kalau pengen yang pahit banget dan kental, bisa menambahkan lagi coklat bubuknya ke dalam gelas. Rasa Socolatte ini enak banget, bisa dibandingkan dengan Cadbury dan coklat Delfi. Apalagi produk ini asli Indonesia dan non kolesterol.

Sedikit pengetahuan untuk kita yang saya ambil dari website

resminya http://www.socolatte.com/2014/09/profil-socolatte.html yaitu:
Kenapa COKLAT asli itu SEHAT?
1. Coklat memperpanjang umur
2. Mencegah resiko penyakit jantung koroner dan kanker
3. Mencegah penuaan dini karena polusi dan radiasi
4. Memberikan rasa tenang dan perasaan gembira
5. Menyehatkan pembuluh darah
6. Bermanfaat untuk mengobati penyakit stroke
7. Tidak menyebabkan kegemukan

Karena coklat ini tanpa lemak, maka jika tidak dikonsumsi sebaiknya jenis chocolate bar (termasuk chunky bar) dan Cocoa butter disimpan di dalam lemari es agar tidak cepat meleleh.

Lokasi :
Jl. Medan – Banda Aceh km 138, Baroh Musa, Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya , Provinsi Aceh - INDONESIA.

Jumat, 17 Maret 2017

Nacha Cafe Aceh


Kecintaannya pada dunia kuliner membawa Dedy Tabrani membuka sebuah kedai kopi berkonsep modern dengan produk utama Arabica Gayo Specialty , berbagai menu olahan kopi arabica akan disajikan disini dengan mesin espresso Etnica buatan Italia yang tidak lain Dedy menjadi central distributor untuk merk mesin tersebut .


Bila anda berkunjung pada waktu tertentu , anda dapat melihat langsung proses penggongsengan biji kopi yang terdapat pada kedai ini . Tentunya akan sangat menarik bukan ? proses ritual seperti ini yang selalu menggugah selera dengan harum nya biji kopi. Sajian yang menjadi favorit ditempat ini adalah sanger arabica dan mocha latte , Nacha terletak di Jl. Panglima Nyak Makam (Lampineung) No. 100 atau lebih tepatnya didepan hotel Hermes Palace dan buka mulai jam 09.00 hingga 23.00 .

Alamat :

Jalan T. Panglima Nyak Makam No. 100, Doi, Ulee Kareng, Doi, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, Indonesia

Kode Pos :

23117

No. Telp :

+62 821-1799-0788

Peta :



komosjourney.wordpress.com/

Senin, 13 Maret 2017

Rumah Kawan Kopi (RuKaKo) Medan


Nah, ada 3 jenis manusia yang datang ke Rukako. Yang pertama obviously yang laper dan datang untuk makan. Jenis yang kedua ialah yang datang buat ngopi atau nge-bir. Kalo yang ketiga, yang paling spesial yaitu yang datang buat ber-selfie ria.

Walau masi berusia belia, rumah makan ini megah dibangun dan ditata dengan interior khas Indonesia masa tempo doeloe.



Kombinasi barang-barang antik digabung dengan perabotan Jati dengan design klasik serasa membawa kami kembali ke masa masa kolonial.



MaMa bahas satu persatu ketiga jenis pengunjung ini. Buat jenis pertama yang datang untuk makanan, mereka expecting Indonesian Food in a decent manner.

MaMa bahas satu persatu ketiga jenis pengunjung ini. Buat jenis pertama yang datang untuk makanan, mereka expecting Indonesian Food in a decent manner.

Intinya Indonesian Food yang disulap sedemikian rupa menjadi lebih elegan dan tempting. Ini tempat yang cocok untuk menjamu tamu spesial.

Mungkin salah satu penyajian Indonesian Food terbaik bisa kamu temui disini. Bukan yang termurah, tapi di komplimen dengan lokasi yang nyaman dan wifi yang kenceng.

Worry not kalau kamu prefer western food. Ada beberapa varian steak dan pasta juga disini seperti Chicken Steak yang sempat MaMa cicipi. It taste OK.



Nah tipe pengunjung yang kedua ialah yang datang untuk nge-bir, atau dalam kamus MaMa ialah ngopi (MaMa is not a big fan of beer).

Ya tentu saja dengan interior bergaya kolonial, cara penyeduhan kopi juga masih gaya kolonial. No fancy machine here. Dark coffee at it’s darkest and boldest is what you get. 

Live band disini juga memainkan lagu-lagu oldies dari jaman Siti Nurbaya loh. Kalau beruntung, MaMania bisa sambil bersenandung ditemani lagi dari Ebiet atau Koes Plus.

Nah tipe yang ketiga dan yang paling menarik untuk diperhatikan ialah tipe pengunjung yang dateng untuk selfies. Tingkah laku mereka lucu, gemesin dan bikin gerem.

MaMa sarankan duduk di taman belakang yang adem, barangkali aja mereka minta tolong buat difotoin. Barangkali…

Setelah membahas detail 3 jenis pengunjung disini, harusnya MaMania sudah punya bayangan nih, kamu jenis pengunjung yang mana. Kalau MaMa sih prefer duduk santai aja buat makan sambil numpang download atau update apps.

The only minus is, lokasi yang cukup jauh dari pusat kota dan terletak di jalan kecil. Tapi begitu kamu sudah disini, lokasi parkir sangat luas dan kamu disambut bagai meneer dari Belanda (ya know that feeling).



Coffee Cangkir Cafe Medan


Berdiri pertama kali di Jalan Dr. Mansur No. 134 Medan. Café yang memulai operasional sejak 18 Februari 2011 hingga sekarang ini pula bisa ditemukan di Jalan D.I Panjaitan dan Halat. Fauzi, supervisor asal daerah yang memberikan fasilitas live music, Wi-Fi, dan  lainnya itu mengatakan, dinamakan Coffee Cangkir agar praktis diingat.

Selain itu, awal mula orang minum kopi menggunakan menggunakan cangkir bukan mug layaknya sekarang.

“Kami ingin menyajikan kopi khas Indonesia yang tidak ke barat- baratan karena target marketnya utamanya orang Indonesia,” kentara Fauzi.

Fauzi menambahkan, pelanggan yang datang ke tempat ini kebanyakan datang dari kawula muda terutama mahasiswa karena lokasinya berdekatan dengan kampus. Walaupun begitu, terdapat juga orang luar yang singgah ke sana.

Tempat yang di Dr. Mansur sendiri, café ini memberikan desain daerah yang lebih tradisional dengan menggunakan atap rumbia, dinding semi permanen yang terbuat dari papan dan batu agar tamu yg datang lebih santai. Khususnya karena di sini daerah kampus sehingga untuk daerah nongkrong mahasiswa, menghilangkan kelelahan mereka sehabis ujian, dan diskusi bersama temannya.

Sedangkan di D.I Panjaitan menggunakan konsep “homey” agar terkesan nongkrong layaknya di rumah dan di Jalan Halat lebih menonjolkan gaya resto.

“Hanya desain yang tidak sama akan tetapi bila dibandingkan, harga, serta hidangan permanen sama untuk ketiganya tempat,”imbuh Fauzi sambil menyebutkan café itu buka mulai jam 9 pagi hingga 12 malam setiap harinya.

Fauzi mengatakan, waktu awal berdiri, Coffee Cangkir memang mempunyai tujuan buat membuat estimasi kawula belia bahwa kopi itu identik pahit yang lokasi mirip warung kopi serta didominasi oleh orang tua. Anak muda juga bisa tampil keren sambil minum kopi.

Perlahan tapi sempurna respon positif pun datang dari konsumen mereka, sehingga satu per satu pelanggan pun datang. Bahkan, terdapat pelanggan setianya yang berkunjung ke sana mampu 4 sampai 5 kali.

Semua itu, lanjut Fauzi, karena mereka tanggap membaca selera pasarnya. Hal ini juga turut menghasilkan dan bakal terdapat penambahan 4 atau lima outlet Coffee Cangkir selanjutnya.

“jika malam Minggu kapasitas kursi di sini mampu kurang. Umumnya 180 nambah sampai 200-an kursi Bila dihitung bersama bangku tempel,” Tangkas Fauzi.

Fauzi menuturkan, jenis minuman homogen kopi yang paling diminati kawula muda dan  kaum ibu. Artinya kategori freezing karena aroma kopinya lebih ringan. Freezing ialah kopi yang di blend dengan susu serta diberi variasi lain misalnya banana, oranye, maupun cokelat, oleh pelayan mereka. Di antara variasi freezing itu maka freezing chocolate coffee sering dipesan pelanggan.

Dia ialah kopi powder dan cokelat yang diblend dan diberi whip cream. “Jadi bawah bubuk kopi serta atas whip cream plus cokelat cair agar rasa lebih menyatu,” terang Fauzi diikutii dengan pernyataan bahwa kopi yang digunakan merupakan arabika serta robusta.

Sedangkan para orang tua kebanyakan memesan expresso, caramel macchiato menggunakan aroma kopi yang berat.

Supaya menjaga kepuasan pelanggan, Coffee Cangkir Cafe juga melakukan update sajian setiap 6 bulan. Mereka membuat kompetisi antar barista menggunakan reward yang sudah disiapkan untuk membentuk menu yang digemari konsumen. Jika terdapat menu yang kurang disukai maka akan dihapus dari daftar menunya.

www.dutamedan.com



Jumat, 10 Maret 2017

Brader Coffee Aceh


Kualitas daun teh yang diproduksi di berbagai belahan dunia sangat dipengaruhui oleh kuantitas sinar matahari yang diterima oleh pohon teh. Rasa teh juga dipengaruhi oleh cara menanam, memproses dan menyeduh. Rasa yang tersimpan dalam kandungan teh membuat orang-orang Inggris mengkonsumsi 60 miliar cangkir teh pertahun menurut Organisasi Teh dan Infusi. Setiap laki-laki, perempuan dan anak-anak jika diratakan mengkonsumsi lebih dari 900 cangkir per tahun. Sehingga wajar apabila muncul budaya minum teh yang kental di Inggris Raya.

Menurut film Perancis Felix and Obelix bahwa asal usul teh yang akhirnya menjadi budaya Inggris adalah teh yang dibawa oleh saudagar dari Asia Selatan, tepatnya India. Nikmatnya rasa teh yang dibawa oleh saudagar India tersebut membuat ratu Inggris di waktu itu tergoda dan menetapkan bahwa minum teh di Inggris dijadikan budaya nasional yang diminum pada sore hari.

Kalau di Inggris ada evening tea atau ngeteh sore,  maka hal yang sama pun bisa dilakukan di Banda Aceh. Ya, Brader Caffe menyajikan teh dengan kualitas terbaik yang dirawat dan dikelola oleh keluarga Dilhan dan Malik (Dilmah) selama puluhan tahun.

Ngeteh sore tidak mustahil jika diterapkan di Banda Aceh karena kualitas teh yang sama bisa dinikmati di tempat yang sangat tepat pula. Kualitas teh yang ditawarkan oleh Brader Caffe juga berasal dari Asia Selatan yaitu (Ceylon) Sri Lanka. Produk teh yang memiliki prinsip Teh Tradisional, Single Origin dan Garden Fresh ini disajikan dalam bentuk hot atau cool sesuai dengan keinginan pelanggan.

Benar, teh tersebut adalah produk Dilmah yang diracik dan didirikan oleh Merrill J Fernando dari Sri Lanka dan dijaga dengan baik dari masa tanam/bibit hingga hingga sampai ke gelas penikmat teh. Nama Dilmah diambil dari nama 2 putra pendirinya, yaitu Dilhan dan Malik yang juga kemudian bergabung dengan ayahnya merawat dan memproduksi teh kualitas terbaik.

Soal tempat jangan khawatir, posisi Brader caffe sangat strategis dan romantis. Terletak di gampoeng Lampulo Banda Aceh, beberapa meter dari bibir dermaga tempat mangkal boat nelayan milik warga setempat. Suasana lantai 2 Caffe yang terbuka membuka pemandangan keberbagai arah. Sandaran boat nelayan di dekat Krueng Aceh menjadi pemandangan yang unik untuk dinikmati apalagi di sore hari dan malam hari. Lampu kelap kelip boat yang menghiasi malam di pelabuhan Lampulo masih bisa dilihat dari lantai 2 Caffe.

Cemilan sehat bisa dinikmati di sini sebagai pelengkap minuman. Disediakan brokoli goreng yang dilengkapi dengan saus tomat dan juga berbagai jenis roti bakar. Disamping itu, tersedia pula berbagai aneka jus yang tanpa diragukan kesehatannya.

Selama datang bagi anda yang sedang di kota Banda Aceh dan pastikan anda menyempatkan diri untuk mampir.

http://ghizevan.blogspot.co.id

Senin, 06 Maret 2017

ARB COFFEE: Kenikmatan Cita Rasa Kopi Aceh


Apa jadinya jika mengunjungi daerah tempat lumbung kopi Asia tanpa mencicipi langsung kopinya? Sudah pasti hampa.

Oleh karena itu saat mendapat kesempatan menjelajah Takengon Aceh Tengah, saya tentu penasaran dengan pengalaman minum kopi langsung di coffee shop di sana. Bermain ke kebun kopi adalah tujuan utama. Melihat panen raya dan cherry kopi bergelantungan merah merona di kebun kopi adalah kebahagiaan yang tak ada duanya. Namun, rasa penasaran untuk nongkrong di kedai kopi di Takengon ternyata tak kalah besarnya. Meskipun jujur, saya tidak mau berekspektasi terlalu besar tentang coffee shop di sini. “Paling-paling hanya coffee shop tradisional yang menyajikan kopi hitam,” celoteh saya dalam hati.



Tapi, celotehan hati saya yang sok tahu ini seketika terpatahkan mentah-mentah saat saya mengunjungi ARB Coffee yang berada di Jalan Lebe Kader Reje Bukit. Saya menemukan kedai kopi ini dari seorang follower dari Twitter yang merekomendasikan coffee shop ini. Jadilah saya dan teman-teman dengan modal tanya sana-sini plus GPS mencari dengan percaya diri. Karena keterbatasan waktu di Takengon, saya harus datang ke tempat ini pagi-pagi dan alhasil ARB Coffee belum buka pada saat kami sampai ke sana.

Jangan sedih dulu, karena Erwin sang pemilik coffee shop bersedia buka lebih pagi karena kami datang dari jauh. Asiknya lagi kedai kopi yang baru direnovasi menjadi lebih luas ini menyediakan menu minuman kopi modern tak sekedar kopi tradisional saja. Saya melongok ke coffee bar-nya dan di sana terpampang espresso machine Orchestrale Nota yang menjadi jagoan coffee shop ini. Tak hanya itu ada juga beragam alat kopi manual brewing methods yang berjejer rapi di sana. Wah, ternyata ARB Coffee ini mengikuti perkembangan dunia kopi dengan sangat baik. Ekspektasi saya yang tak terlalu tinggi tentang coffee shop di Takengon ternyata dipuaskan oleh lengkapnya segala alat-alat kopi modern yang menjadi penunjang serunya kegiatan ngopi di sini.

Karena masih pagi tentu saya sangat menginginkan kafein dan makanan kecil untuk sarapan. Secangkir kopi Gayo dihidangkan dan harumnya mengepul ke seluruh ruangan yang isinya hanya saya dan teman-teman saya. Erwin mengatakan kalau kopi yang mereka gunakan adalah kopi dari perkebunan mereka sendiri dan diproses secara sangat baik. Pantas rasa kopinya nikmat sekali. Selain kopi, ARB Coffee juga menyediakan makanan seperti nasi goreng, aneka olahan mie dan ada juga pancake durian yang pas diminum dengan secangkir kopi Gayo.

Jika kamu main ke Takengon, jangan lupa menyempatkan diri untuk ngopi di ARB Coffee. ARB Coffee sendiri adalah singkatan dari Asli Reje Bukit, bukan nama politikus itu ya. He-he-he. Saat malam hari ARB Coffee lebih ramai. Banyak anak muda Takengon yang nongkrong sambil bersantai. Perkembangan dunia kopi ternyata merambat ke Takengon juga. Takengon tak hanya menjadi salah satu penghasil kopi terbesar di Asia tetapi kini masyarakatnya juga telah paham bagaimana menikmati kopi enak.

Terbukti dari banyaknya orang yang datang ke ARB Coffee dan mencoba menikmati kopi dari berbagai metode. Mulai dari kopi yang dihasikan mesin espresso maupun yang dihasilkan dari manual brewing method. Mereka mulai paham bahwa kopi tak sekedar hitam dan pekat tapi lebih kaya dari itu. ARB Coffee adalah salah satu pelopor kedai kopi di Takengon yang mengajarkan cara menikmati kopi dari beragam cara. Seperti tagline-nya, ARB Coffee benar-benar mengusung kehangatan cita rasa kopi Gayo. Saya telah membuktikannya.


majalah.ottencoffee.co.id

Minggu, 05 Maret 2017

Dhapu Kupi Coffee Shop Aceh


Dhapu kupi adalah warung kopi (coffe shop) sangat terkenal di kota Banda Aceh. Coffe shop ini terletak di pusat kota Banda Aceh. Sehingga mudah dijangkau.

Kopi menjadi minuman utama di warung dhapu kupi ini. Berbagai macam minuman olahan dari bahan dasar kopi ada disini. Mulai kopi hitam, sanger panas, sanger dingin dan berbagai macam kopi lainnya.

Banyak jenis kopi yang ditawarkan di dhapu kupi, ada kopi Ulee Kareng yang robusta dan juga kopi Arabika Gayo, Aceh tengah.

Pelayanan yang ramah dan cepat dari dhapu kupi menjadi nilai lebih. Anda bisa menikmati kopi yang khas dan enak ini dengan cepat dengan layanan yang sangat berkelas.

Selain kopi, di warung ini juga menyediakan berbagai macam makanan khas Aceh. Salah satunya mie Aceh yang sudah sangat terkenal. Dan masih banyak lagi makanan khas Aceh juga tersedia di warung dhapu kupi ini.

Berbicara masalah harga, anda tidak perlu susah. Walaupun menyajikan kopi khas aceh nomor satu namun harga kopi disini relatif murah.

Alamat :
Jalan Teuku Imung Leung Bata No. 1-5, Sukadamai, Aceh, Kota Banda Aceh

Kode Pos : 
23127

No. Telp : 
0821-6261-5017

Peta :






Jumat, 03 Maret 2017

Cafe Tanabata Aceh


Terkenal dengan destinasi wisata kopi, penikmat kopi dan penggemar tempat nongkrong terbaru di Banda Aceh perlu berbahagia dengan hadirnya coffee shop in speciality, Tanabata.

Nama Tanabata diangkat dari sebuah festival Jepang dengan harapan bahwa coffee shop ini dapat menjadi tempat bertemunya orang-orang, yang merupakan tujuan dari festival itu sendiri.

Dengan latar belakang pendiri yang merupakan penikmat kopi, Tanabata menawarkan rasa kopi dengan cita rasa yang berkarakter. Variasi biji kopi Arabika yang digunakan tidak hanya berasal dari Gayo, namun beragam dari penjuru daerah Indonesia. Kualitas kopinya yang terjaga, menjadikan rasa kopi yang dihasilkan Tanabata mempunyai signature yang berbeda dari tempat ngopi lainnya.



Tidak hanya kualitas minumannya yang memukau, Tanabata mengadirkan pesona industrial style pada interiornya. Coffee shop ini terdiri dari dua ruang utama, non-smoking dan smoking. Selain mengutamakan kenyamanan bagi Anda, pemisahan ini juga dilakukan untuk menjaga kualitas biji kopi agar tidak terkontaminasi oleh asap rokok. Indoor area dapat menampung sekitar 32 orang dan mempunyai meja bar bagi pengunjung yang datang sendirian, juga meja-meja bagi yang datang berkelompok.

Pendekatan yang dilakukan pada Tanabata berupa interaksi sosial antar pengunjung dan pekerja, yang ditandai dengan adanya meja bar yang berhadapan langsung dengan para barista!

Tempat ini sangat cocok bagi Anda yang ingin mencari teman-teman baru. Jangan khawatir jika Anda tidak ingin diganggu, terdapat beberapa spot yang bisa Anda isi untuk mengerjakan kesibukan yang Anda minati. Tanabata mampu menyesuaikan kedua tempat tersebut bagi pengunjungnya. Selain itu, tujuan lain dari Tanabata adalah sebagai tempat mengedukasi anak- anak muda Aceh tentang kopi, selain sebagai minuman yang dikenal hanya dengan rasa pahitnya.

Nuansa kehangatan sebagai penunjang keakraban didukung oleh pencahayaannya. Pendant lamp mendominasi jenis lampu pada Tanabata yang menciptakan ruang-ruang itim dengan kesan hangat yang dipancarkan dari kuning lampunya. Dengan paduan tema warna merah dan hitam, Tanabata menciptakan kesan ruang yang calm dan hangat. Pada satu dindingnya, terdapat infografis edukatif mengenai kopi yang bisa Anda pelajari dengan mudah.

Pesona industrialis hadir dari jenis paparan yang beragam. Mulai dari ekspos bata, paduan besi dan kabel yang tampak rapi, dan karakter kayu yang muncul pada meja, kursi, dan rak-raknya.

Whirling door pemisah ruang dalam dan luar memberikan pengalaman ruang yang menarik. Dengan seluruh pintu yang bisa berputar, memungkinan pengunjung untuk masuk dari mana pun tanpa mengganggu ruang gerak yang lain.

Tanabata juga menawarkan loyalty card bagi pengunjung setianya yang akan mendapatkan satu minuman gratis setiap pengumpulan sembilan stempel pada kartu. Hidangan spesial yang dihadirkan berupa ragam variasi kopi dengan espresso based dan non-coffee. Selain itu, sajian minuman spesial khas Aceh, kopi sanger, juga menjadi minuman spesial di Tanabata. Makanan yang bisa Anda cicipi berupa panganan teman mengopi, cakes, kue tradisional, dan makanan berat berupa makanan jepang, nasi, mie, dan pasta.

Berlokasi di jalan Teuku Iskandar No. 304, Ulee Kareng, Tanabata menjadi tempat yang cocok untuk berkumpul bersama teman-teman dan keluarga Anda. Informasi lebih lanjut bisa kunjungi Instagram @tanabatacoffee, Twitter @tanabata_coffee, atau Facebook Tanabata Coffee. (Muhammad Farhan Barona)

Peta :



http://iloveaceh.org

Senin, 02 Januari 2017

Kopi ONG Medan


Nama Kopi ONG jika diartikan dalam bahasa tionkok berarti kedai kopi. Terletak di Jalan Kapten Muslim No 6 Medan. 

Selain menyediakan aneka jenis kopi, teh dan cemilan juga tersedia di sini. Satu jenis kopi andalan mereka dinamai Kopi Lanang. Kopi racikan kopi arabika maupun robusta ini memiliki keistimewaan dan perbedaan dari kopi lainnya. Kopi Lanang diolah dari kopi biji ganda yang populasinya sangat sedikit dibandingkan kopi biasa. Sekitar lima persen dari total buah yang dihasilkan.

Kopi Lanang termasuk jenis kopi yang sangat istimewa dibandingkan kopi biasa yang biji cherrynya ada dua. Kopi Lanang berbentuk bulat pada satu cherry kopi, sehingga semua nutrisinya berada di satu cherry. Diberi nama Lanang karena jenis kopi ini memiliki biji tunggal, sangat berbeda dibandingkan biji buah kopi biasa.

Selain Kopi Lanang, Kopi ONG yang merupakan cabang dari Kopi Tiam ONG yang berada di Jalan Dr Mansyur juga menyediakan berbagai jenis kopi lainnya seperti kopi ONG Sidikalang, kopi ONG Lintong, kopi ONG Robusta, kopi Luwak ONG, kopi Klasik ONG, kopi Koyok, kopi Alpokat, kopi Durian Koyok, kopi Lece Koyok dan lainnya. Harganya terjangkau, mulai Rp 12.000 hingga Rp 40.000. Kopi Lanang hanya sekitar Rp 15.000.

Berbagai menu makanan juga ditawarkan, dari roti telor saloee, roti mantou, pisang goreng boemboe roejak, salad popiah, oebi goreng dan banyak yang lainnya dengan harga mulai Rp 15.000 sampai Rp 20.000.

Naya, karyawan di Kopi ONG, mengatakan, kedai kopi ONG dibuka dari jam 11.00 WIB sampai 24.00 WIB. “Pengemar kopi di tempat ini dari anak- anak hingga orang tua. Orang yang menikmati kopi ONG ini berbagai daerah Aceh, Medan, Pekan Baru, Jakarta, Padang, dan negara lain seperti Jepang, Korea Selatan, dan Malaysia. Kadang mereka beli kopi untuk oleh-oleh,” ucapnya.



Kalau orang dari luar negeri saja sudah nongkrong di Kopi ONG, kenapa kita yang orang Medan asli belum mencoba? Oia, Kopi Ong juga menyediakan tempat untuk meeting kecil dan santai untuk keluarga.

Sumber : kopiongmedan.wordpress.com



Lokasi Kopi ONG :