Senin, 13 Maret 2017

Coffee Cangkir Cafe Medan


Berdiri pertama kali di Jalan Dr. Mansur No. 134 Medan. Café yang memulai operasional sejak 18 Februari 2011 hingga sekarang ini pula bisa ditemukan di Jalan D.I Panjaitan dan Halat. Fauzi, supervisor asal daerah yang memberikan fasilitas live music, Wi-Fi, dan  lainnya itu mengatakan, dinamakan Coffee Cangkir agar praktis diingat.

Selain itu, awal mula orang minum kopi menggunakan menggunakan cangkir bukan mug layaknya sekarang.

“Kami ingin menyajikan kopi khas Indonesia yang tidak ke barat- baratan karena target marketnya utamanya orang Indonesia,” kentara Fauzi.

Fauzi menambahkan, pelanggan yang datang ke tempat ini kebanyakan datang dari kawula muda terutama mahasiswa karena lokasinya berdekatan dengan kampus. Walaupun begitu, terdapat juga orang luar yang singgah ke sana.

Tempat yang di Dr. Mansur sendiri, café ini memberikan desain daerah yang lebih tradisional dengan menggunakan atap rumbia, dinding semi permanen yang terbuat dari papan dan batu agar tamu yg datang lebih santai. Khususnya karena di sini daerah kampus sehingga untuk daerah nongkrong mahasiswa, menghilangkan kelelahan mereka sehabis ujian, dan diskusi bersama temannya.

Sedangkan di D.I Panjaitan menggunakan konsep “homey” agar terkesan nongkrong layaknya di rumah dan di Jalan Halat lebih menonjolkan gaya resto.

“Hanya desain yang tidak sama akan tetapi bila dibandingkan, harga, serta hidangan permanen sama untuk ketiganya tempat,”imbuh Fauzi sambil menyebutkan café itu buka mulai jam 9 pagi hingga 12 malam setiap harinya.

Fauzi mengatakan, waktu awal berdiri, Coffee Cangkir memang mempunyai tujuan buat membuat estimasi kawula belia bahwa kopi itu identik pahit yang lokasi mirip warung kopi serta didominasi oleh orang tua. Anak muda juga bisa tampil keren sambil minum kopi.

Perlahan tapi sempurna respon positif pun datang dari konsumen mereka, sehingga satu per satu pelanggan pun datang. Bahkan, terdapat pelanggan setianya yang berkunjung ke sana mampu 4 sampai 5 kali.

Semua itu, lanjut Fauzi, karena mereka tanggap membaca selera pasarnya. Hal ini juga turut menghasilkan dan bakal terdapat penambahan 4 atau lima outlet Coffee Cangkir selanjutnya.

“jika malam Minggu kapasitas kursi di sini mampu kurang. Umumnya 180 nambah sampai 200-an kursi Bila dihitung bersama bangku tempel,” Tangkas Fauzi.

Fauzi menuturkan, jenis minuman homogen kopi yang paling diminati kawula muda dan  kaum ibu. Artinya kategori freezing karena aroma kopinya lebih ringan. Freezing ialah kopi yang di blend dengan susu serta diberi variasi lain misalnya banana, oranye, maupun cokelat, oleh pelayan mereka. Di antara variasi freezing itu maka freezing chocolate coffee sering dipesan pelanggan.

Dia ialah kopi powder dan cokelat yang diblend dan diberi whip cream. “Jadi bawah bubuk kopi serta atas whip cream plus cokelat cair agar rasa lebih menyatu,” terang Fauzi diikutii dengan pernyataan bahwa kopi yang digunakan merupakan arabika serta robusta.

Sedangkan para orang tua kebanyakan memesan expresso, caramel macchiato menggunakan aroma kopi yang berat.

Supaya menjaga kepuasan pelanggan, Coffee Cangkir Cafe juga melakukan update sajian setiap 6 bulan. Mereka membuat kompetisi antar barista menggunakan reward yang sudah disiapkan untuk membentuk menu yang digemari konsumen. Jika terdapat menu yang kurang disukai maka akan dihapus dari daftar menunya.

www.dutamedan.com



Minggu, 12 Maret 2017

Kopital Cafe Bandung, Tempat Nongkrong 24 Jam Yang Ada Di Kota Bnadung

Ada banyak pilihan tempat kuliner andalan di Bandung, Jawa Barat. Kota yang satu ini memang selalu menampilkan sesuatu yang kreatif dan menarik. Kafe yang menyajikan kopi lokal dan kuliner favorit juga bisa kita jumpai. Apalagi buat kamu yang masih suka bingung mencari tempat yang pas buat nongkrong sampai pagi hari.

Pilhannya memang tidak banyak. Tapi kamu tak perlu khawatir, karena sekarang ada kafe yang baru buka di daerah Supratman. Banyak pilihan menu makanan enak untuk mengisi perut kamu di Kopital Cafe di Bandung yang buka 24 jam.

Di tempat hangout ini kita bisa menikmati kopi lokal dan berbagai kuliner favorit. Berikut ini lima keunggulan utama Kopital Cafe menurut laman qraved.

Dynamite Cheese Baked



Pecinta keju bakal terpuaskan dengan menu yang satu ini. Spagethi panggang dengan saus dynamite spesial yang disiram lelehan keju mozzarella diatasnya dijamin bikin kamu tergiur. Ada banyak pilihan topping yang bisa dipilih sesuai selera kalian. Ada topping chicken nugget, chicken, beef, smoked beef, mince beef, atau fish dumpling. Nah, mau pilih yang mana?

Level Pedas yang Bikin Jontor



Buat yang memesan menu chicken fillet rice, mie atau spagethi disini, ada beberapa pilihan level kepedasan buat para pecinta makanan pedas. Mulai dari pedas yang bikin jontor, dower, sampai nyonyor. Tinggal pilih, mau rasa pedas yang bisa bikin bibir kamu nyonyor abis atau cukup yang bikin jontor saja?

Ragam Kopi dan Teknik Pengolahan



Sesuai dengan namanya, kopi jelas jadi hal yang ingin diunggulkan di kafe ini. Itu terbukti dengan tersedianya biji kopi lokal seperti Robusta, Java Preanger, Bali Kintamani, Luwak Arabica, Gayo Winey, Toraja, Mandailing, Robusta Lampung, sampai Papua. Bukan itu saja, teknik pengolahan yang disediakan di kafe ini membuat kita berdecak kagum. Ada teknik pengolahan mulai dari Tubruk, Vietnam Drip, French Press, V60, Aeropress, hingga Syphon. Apa biji kopi dan teknik pengolahan favorit kamu?

Chocolato Iced



Buat yang tidka suka kopi hitam tak perlu khawatir. Masih ada banyak menu minuman lainnya seperti chocolato iced segar. Minuman dari cokelat ini rasanya enak banget dan menggugah selera.

Ambience yang Asik



Awas gagal fokus sama waiter di kafe ini. Desain tempat disini dibuat seperti Romawi, dengan beberapa backdrop bertuliskan tulisan Romawi, serta nama menu yang beberapa dicampur ala ala Romawi. Ada area Indoor dengan fasilitas colokan dan Wifi yang wajib banget buat anak muda jaman sekarang apalagi kafe di Bandung ini buka 24 jam. Buat yang mau sambil ngerokok, ada area outdoor juga biar nyaman sambil menyeruput kopi yang enak disini.

Binta.com



Menikmati Kopi Diatas Awan


Indonesia punya banyak jenis kopi terbaik. Salah satunya adalah kopi khas Toraja. Bukan hanya kopi, Toraja punya alam dan budaya yang indah dan sangat terkenal. Kabupaten Toraja punya tempat unik untuk menikmati kopi khas nya di atas awan.

Ini bukan kiasan, tapi memang benar-beanr ada. Seperti dilansir dari Good News From Indonesia, kamu bisa mengunjungi Puncak Lolai yang merupakan dataran tinggi dengan ketinggian kurang lebih 1300 meter di atas permukaan laut. Tempat tersebut berlokasi di Kampung Lolai, Kecamatan Kapalapitu, Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

Tempat ini terkenal dengan julukan Negeri di Atas Awan, mirip dengan judul lagu Katon Bagaskara yaitu Negeri di Awan. Hal tersebut karena hamparan awan terlihat seolah lebih rendah dari tempat berpijak dan pengunjung bisa memegang awan tersebut.

Pemandangan nya seperti kita sedang berada di pesawat. Tapi bedanya pengunjung bisa berkontak langsung dan tidak dibatasi oleh jendela. Wajar saja kalau tempat ini jadi tujuan wisata favorit banyak orang, termasuk Wapres Jusuf Kalla.



Di Puncak Lolai ada deretan Rumah Tongkonan yang dikenal sebagai Tongkonan Lempe. Di rumah khas Tana Toraja ini pengunjung bisa menikmati Kopi Toraja yang punya cita rasa sangat lezat. Rumah Tongkonan tersebut bisa disewa untuk beristirahat ataupun menginap.

Pengunjung sebaiknya membawa baju hangat karena suhu di atas awan ini relatif dingin.Toraja memang menyimpan kekayaan serta keindahan alam dan budaya yang mungkin tidak akan ditemukan di tempat lain di Indonesia, termasuk kopi khas mereka yang nikmat. 




bintang.com


Jumat, 10 Maret 2017

Kopi Sanger, Kopi Khas Aceh


Banda Aceh sudah dikenal sebagai kota 1001 kedai kopi , hal ini tentu saja dilatarbelakangi oleh menjamurnya kedai kopi yang tersebar diseluruh penjuru kota degan menawarkan berbagai keunikan. Dari semua kedai kopi yang ada tersebut terlihat persamaan yang sangat khas yaitu pada satu jenis minuman kopi yang begitu populer dan sangat fenomenal.

Kopi Sanger , sebutan kopi fenomenal tersebut yang tidak lain berasal dari kata “sama-sama ngerti”. Alkisah sebutan ini bermula pada sebuah kedai kopi yang sangat populer dikunjungi para mahasiswa , menjelang akhir bulan mahasiswa yang ingin tetap menikmati secangkir kopi susu nikmat namun dengan kondisi kantong yang sangat terbatas kerap mengakalinya dengan kopi dengan meninimalkan takaran kental manis namun ditambah sedikit gula agar tetap manis , yahh  .. sama-sama ngerti ! itulah asal mulanya populer kopi sanger seperti sekarang.

Dikota Banda Aceh Kopi Sanger dapat dinikmati dengan berbagai metode , salah satunya adalah Kopi Sanger dengan teknik penyajian disaring yang merupakan tradisi penyajian kopi Aceh yang sudah dikenal dari dulu . Saat ini Kopi Sanger juga sudah dapat dinikmati dengan penyajian menggunakan mesin espresso. Masing-masing punya keunikan sendiri sesuai karakter selera penikmatnya.

Belum sah rasanya jika anda mengunjungi Kota Banda Aceh namun belum menikmati Kopi Sanger yang bisa saja membuat anda ketagihan atau rindu akan nuansa hangatnya warga Kota Banda Aceh.

http://www.komoscoffee.com

Brader Coffee Aceh


Kualitas daun teh yang diproduksi di berbagai belahan dunia sangat dipengaruhui oleh kuantitas sinar matahari yang diterima oleh pohon teh. Rasa teh juga dipengaruhi oleh cara menanam, memproses dan menyeduh. Rasa yang tersimpan dalam kandungan teh membuat orang-orang Inggris mengkonsumsi 60 miliar cangkir teh pertahun menurut Organisasi Teh dan Infusi. Setiap laki-laki, perempuan dan anak-anak jika diratakan mengkonsumsi lebih dari 900 cangkir per tahun. Sehingga wajar apabila muncul budaya minum teh yang kental di Inggris Raya.

Menurut film Perancis Felix and Obelix bahwa asal usul teh yang akhirnya menjadi budaya Inggris adalah teh yang dibawa oleh saudagar dari Asia Selatan, tepatnya India. Nikmatnya rasa teh yang dibawa oleh saudagar India tersebut membuat ratu Inggris di waktu itu tergoda dan menetapkan bahwa minum teh di Inggris dijadikan budaya nasional yang diminum pada sore hari.

Kalau di Inggris ada evening tea atau ngeteh sore,  maka hal yang sama pun bisa dilakukan di Banda Aceh. Ya, Brader Caffe menyajikan teh dengan kualitas terbaik yang dirawat dan dikelola oleh keluarga Dilhan dan Malik (Dilmah) selama puluhan tahun.

Ngeteh sore tidak mustahil jika diterapkan di Banda Aceh karena kualitas teh yang sama bisa dinikmati di tempat yang sangat tepat pula. Kualitas teh yang ditawarkan oleh Brader Caffe juga berasal dari Asia Selatan yaitu (Ceylon) Sri Lanka. Produk teh yang memiliki prinsip Teh Tradisional, Single Origin dan Garden Fresh ini disajikan dalam bentuk hot atau cool sesuai dengan keinginan pelanggan.

Benar, teh tersebut adalah produk Dilmah yang diracik dan didirikan oleh Merrill J Fernando dari Sri Lanka dan dijaga dengan baik dari masa tanam/bibit hingga hingga sampai ke gelas penikmat teh. Nama Dilmah diambil dari nama 2 putra pendirinya, yaitu Dilhan dan Malik yang juga kemudian bergabung dengan ayahnya merawat dan memproduksi teh kualitas terbaik.

Soal tempat jangan khawatir, posisi Brader caffe sangat strategis dan romantis. Terletak di gampoeng Lampulo Banda Aceh, beberapa meter dari bibir dermaga tempat mangkal boat nelayan milik warga setempat. Suasana lantai 2 Caffe yang terbuka membuka pemandangan keberbagai arah. Sandaran boat nelayan di dekat Krueng Aceh menjadi pemandangan yang unik untuk dinikmati apalagi di sore hari dan malam hari. Lampu kelap kelip boat yang menghiasi malam di pelabuhan Lampulo masih bisa dilihat dari lantai 2 Caffe.

Cemilan sehat bisa dinikmati di sini sebagai pelengkap minuman. Disediakan brokoli goreng yang dilengkapi dengan saus tomat dan juga berbagai jenis roti bakar. Disamping itu, tersedia pula berbagai aneka jus yang tanpa diragukan kesehatannya.

Selama datang bagi anda yang sedang di kota Banda Aceh dan pastikan anda menyempatkan diri untuk mampir.

http://ghizevan.blogspot.co.id

Kamis, 09 Maret 2017

Menikmat Kopi Belanda Di Jakarta


Brand kopi tertua asal Belanda, Douwe Egberts (DE) siap memuaskan lebih banyak lidah pencinta kopi Tanah Air di ibu kota. DE membuka kedai kopi pertama di Asia tepatnya di Gandaria City, Jakarta. 

Jika banyak kedai kopi mengusung konsep industrial, kedai kopi ini tampil beda dengan membawakan konsep desain interior yang homey tetapi tetap kental dengan sentuhan khas negeri bunga tulip. Misalnya di non-smoking area Anda akan merasakan hangatnya kopi di bawah kincir angin raksasa yang ditempel di langit-langit ruangan.

Area utama kedai kopi ini dibuat seperti suasana ruang tamu rumahan. Hampir seluruh dinding dilengkapi dengan hiasan lucu yang kental dengan sejarah DE yang sudah berdiri sejak 1753 silam. 

Untuk menu di kedai kopi ini cukup beragam. Mulai dari kopi, cokelat dan teh tersedia di sini. Begitupula dengan makanan, Anda dapat memesan berbagai pastry Eropa, aneka sandwich, pasta dan aneka makanan berat lain. Harga sajian di kedai ini berkisar antara Rp12 ribu hingga Rp80 ribu saja.

VIVA.co.id berkesempatan mencoba minuman andalan dari kedai ini yang diberi nama Lazy Noon. Pada dasarnya minuman ini berbahan espresso yang dicampur dengan cokelat dan susu sehingga menghasilkan rasa kopi tidak terlalu kental. Kopi ini juga ramah terhadap mereka yang tidak begitu suka dengan kopi.

"Lazy noon memang menu favorit di sini karena agar bisa dinikmati pencinta kopi dan casual coffee drinker yang enggak suka sama kopi yang terlalu strong," kata Adinda, selaku pemilik Douwe Egberts Café saat pembukaan kedai kopi ini, Kamis, 9 Maret 2016.

Selain disajikan dengan cup kertas khas kedai kopi, Anda juga bisa menyeruput kopi dengan cangkir lucu khas Belanda yang langsung diimpor dari negara asalnya. Kopi Anda pun sangat Instagramable dibuatnya.

Menu 'Belanda banget' yang cocok dinikmati dengan Lazy Noon adalah Dutch Bitterbalen. Perkedel ala Belanda ini diisi dengan smoke beef dan keju mozarella. Rasanya sedikit asin namun cocok dengan rasa manis pahit Lazy Noon atau kopi lain yang ada di kedai ini. Satu porsi Dutch Bitterbalen dihargai Rp38 ribu saja.

Sebelumnya, kios kecil DE sudah hadir di dua tempat yaitu di bandara Husein Sastranegara, Bandung dan bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. 

Douwe Egberts Cafe
Ground Floor Gandaria City, Jakarta Selatan.
Jam buka: 10.00-22.00.
Harga: Rp12 ribu-Rp80 ribu.


http://life.viva.co.id



Rabu, 08 Maret 2017

Menikmati Bir Dengan Rasa Karamel Dan Kopi Yang Unik


Pecinta bir kali ini akan dimanjakan dengan varian terbaru dari San Miguel yaitu San Miguel Cerveza Negra. Bir varian terbaru ini diperkenalkan dalam event night party dan food workshop di Satoo Garden, Shangri-La Hotel baru-baru ini. Kehadiran chef cantik Puput Carolina semakin memeriahkan pesta ini.

Selain itu digelar juga red carpet juga digelar khusus untuk para tamu dari kalangan sosialite di Jakarta. Sekitar 229 orang meramaikan standing party dengan tampilan cocktail dress yang memesona.

San Miguel Cerveza Negra merupakan bir berwarna gelap dengan aroma khas yang manis dari sebuket malt hitam yang memberikan cita rasa menakjubkan. Jangan kaget karena San Miguel Cerveza Negra tersaji dengan foam lembut, ciri khas bir bermutu tinggi. Para tamu pun dibuai dengan sensasi baru Cerveza Negra.

“Ini sebuah sentuhan kualitas terbaik dengan cita rasa menakjubkan, bir hitam berbusa lembut. Produk ini menyegarkan dengan keseimbangan sensasi rasa agak pahit dan manis dari racikan malt hitam yang memberikan pengalaman tak terduga,” tutur Brand Manager San Miguel, Jaka Sebastian seperti pada rilis yang diterima Liputan6.com, Senin (6/3/2017).

San Miguel Cerveza Negra memberi sensasi rasa karamel dan kopi yang misterius, dengan sentuhan butterscotch. San Miguel Cerveza Negra hadir dalam kemasan botol, kaleng, dan draught beer. Produk San Miguel Cerveza Negra menggunakan bahan impor yang diolah secara khusus di Indonesia. San Miguel Cerveza Negra menyasar segmen premium, khususnya untuk para penikmat bir yang memiliki ciri khas.

Senin, 06 Maret 2017

ARB COFFEE: Kenikmatan Cita Rasa Kopi Aceh


Apa jadinya jika mengunjungi daerah tempat lumbung kopi Asia tanpa mencicipi langsung kopinya? Sudah pasti hampa.

Oleh karena itu saat mendapat kesempatan menjelajah Takengon Aceh Tengah, saya tentu penasaran dengan pengalaman minum kopi langsung di coffee shop di sana. Bermain ke kebun kopi adalah tujuan utama. Melihat panen raya dan cherry kopi bergelantungan merah merona di kebun kopi adalah kebahagiaan yang tak ada duanya. Namun, rasa penasaran untuk nongkrong di kedai kopi di Takengon ternyata tak kalah besarnya. Meskipun jujur, saya tidak mau berekspektasi terlalu besar tentang coffee shop di sini. “Paling-paling hanya coffee shop tradisional yang menyajikan kopi hitam,” celoteh saya dalam hati.



Tapi, celotehan hati saya yang sok tahu ini seketika terpatahkan mentah-mentah saat saya mengunjungi ARB Coffee yang berada di Jalan Lebe Kader Reje Bukit. Saya menemukan kedai kopi ini dari seorang follower dari Twitter yang merekomendasikan coffee shop ini. Jadilah saya dan teman-teman dengan modal tanya sana-sini plus GPS mencari dengan percaya diri. Karena keterbatasan waktu di Takengon, saya harus datang ke tempat ini pagi-pagi dan alhasil ARB Coffee belum buka pada saat kami sampai ke sana.

Jangan sedih dulu, karena Erwin sang pemilik coffee shop bersedia buka lebih pagi karena kami datang dari jauh. Asiknya lagi kedai kopi yang baru direnovasi menjadi lebih luas ini menyediakan menu minuman kopi modern tak sekedar kopi tradisional saja. Saya melongok ke coffee bar-nya dan di sana terpampang espresso machine Orchestrale Nota yang menjadi jagoan coffee shop ini. Tak hanya itu ada juga beragam alat kopi manual brewing methods yang berjejer rapi di sana. Wah, ternyata ARB Coffee ini mengikuti perkembangan dunia kopi dengan sangat baik. Ekspektasi saya yang tak terlalu tinggi tentang coffee shop di Takengon ternyata dipuaskan oleh lengkapnya segala alat-alat kopi modern yang menjadi penunjang serunya kegiatan ngopi di sini.

Karena masih pagi tentu saya sangat menginginkan kafein dan makanan kecil untuk sarapan. Secangkir kopi Gayo dihidangkan dan harumnya mengepul ke seluruh ruangan yang isinya hanya saya dan teman-teman saya. Erwin mengatakan kalau kopi yang mereka gunakan adalah kopi dari perkebunan mereka sendiri dan diproses secara sangat baik. Pantas rasa kopinya nikmat sekali. Selain kopi, ARB Coffee juga menyediakan makanan seperti nasi goreng, aneka olahan mie dan ada juga pancake durian yang pas diminum dengan secangkir kopi Gayo.

Jika kamu main ke Takengon, jangan lupa menyempatkan diri untuk ngopi di ARB Coffee. ARB Coffee sendiri adalah singkatan dari Asli Reje Bukit, bukan nama politikus itu ya. He-he-he. Saat malam hari ARB Coffee lebih ramai. Banyak anak muda Takengon yang nongkrong sambil bersantai. Perkembangan dunia kopi ternyata merambat ke Takengon juga. Takengon tak hanya menjadi salah satu penghasil kopi terbesar di Asia tetapi kini masyarakatnya juga telah paham bagaimana menikmati kopi enak.

Terbukti dari banyaknya orang yang datang ke ARB Coffee dan mencoba menikmati kopi dari berbagai metode. Mulai dari kopi yang dihasikan mesin espresso maupun yang dihasilkan dari manual brewing method. Mereka mulai paham bahwa kopi tak sekedar hitam dan pekat tapi lebih kaya dari itu. ARB Coffee adalah salah satu pelopor kedai kopi di Takengon yang mengajarkan cara menikmati kopi dari beragam cara. Seperti tagline-nya, ARB Coffee benar-benar mengusung kehangatan cita rasa kopi Gayo. Saya telah membuktikannya.


majalah.ottencoffee.co.id

Minggu, 05 Maret 2017

Dhapu Kupi Coffee Shop Aceh


Dhapu kupi adalah warung kopi (coffe shop) sangat terkenal di kota Banda Aceh. Coffe shop ini terletak di pusat kota Banda Aceh. Sehingga mudah dijangkau.

Kopi menjadi minuman utama di warung dhapu kupi ini. Berbagai macam minuman olahan dari bahan dasar kopi ada disini. Mulai kopi hitam, sanger panas, sanger dingin dan berbagai macam kopi lainnya.

Banyak jenis kopi yang ditawarkan di dhapu kupi, ada kopi Ulee Kareng yang robusta dan juga kopi Arabika Gayo, Aceh tengah.

Pelayanan yang ramah dan cepat dari dhapu kupi menjadi nilai lebih. Anda bisa menikmati kopi yang khas dan enak ini dengan cepat dengan layanan yang sangat berkelas.

Selain kopi, di warung ini juga menyediakan berbagai macam makanan khas Aceh. Salah satunya mie Aceh yang sudah sangat terkenal. Dan masih banyak lagi makanan khas Aceh juga tersedia di warung dhapu kupi ini.

Berbicara masalah harga, anda tidak perlu susah. Walaupun menyajikan kopi khas aceh nomor satu namun harga kopi disini relatif murah.

Alamat :
Jalan Teuku Imung Leung Bata No. 1-5, Sukadamai, Aceh, Kota Banda Aceh

Kode Pos : 
23127

No. Telp : 
0821-6261-5017

Peta :






Jumat, 03 Maret 2017

Cafe Tanabata Aceh


Terkenal dengan destinasi wisata kopi, penikmat kopi dan penggemar tempat nongkrong terbaru di Banda Aceh perlu berbahagia dengan hadirnya coffee shop in speciality, Tanabata.

Nama Tanabata diangkat dari sebuah festival Jepang dengan harapan bahwa coffee shop ini dapat menjadi tempat bertemunya orang-orang, yang merupakan tujuan dari festival itu sendiri.

Dengan latar belakang pendiri yang merupakan penikmat kopi, Tanabata menawarkan rasa kopi dengan cita rasa yang berkarakter. Variasi biji kopi Arabika yang digunakan tidak hanya berasal dari Gayo, namun beragam dari penjuru daerah Indonesia. Kualitas kopinya yang terjaga, menjadikan rasa kopi yang dihasilkan Tanabata mempunyai signature yang berbeda dari tempat ngopi lainnya.



Tidak hanya kualitas minumannya yang memukau, Tanabata mengadirkan pesona industrial style pada interiornya. Coffee shop ini terdiri dari dua ruang utama, non-smoking dan smoking. Selain mengutamakan kenyamanan bagi Anda, pemisahan ini juga dilakukan untuk menjaga kualitas biji kopi agar tidak terkontaminasi oleh asap rokok. Indoor area dapat menampung sekitar 32 orang dan mempunyai meja bar bagi pengunjung yang datang sendirian, juga meja-meja bagi yang datang berkelompok.

Pendekatan yang dilakukan pada Tanabata berupa interaksi sosial antar pengunjung dan pekerja, yang ditandai dengan adanya meja bar yang berhadapan langsung dengan para barista!

Tempat ini sangat cocok bagi Anda yang ingin mencari teman-teman baru. Jangan khawatir jika Anda tidak ingin diganggu, terdapat beberapa spot yang bisa Anda isi untuk mengerjakan kesibukan yang Anda minati. Tanabata mampu menyesuaikan kedua tempat tersebut bagi pengunjungnya. Selain itu, tujuan lain dari Tanabata adalah sebagai tempat mengedukasi anak- anak muda Aceh tentang kopi, selain sebagai minuman yang dikenal hanya dengan rasa pahitnya.

Nuansa kehangatan sebagai penunjang keakraban didukung oleh pencahayaannya. Pendant lamp mendominasi jenis lampu pada Tanabata yang menciptakan ruang-ruang itim dengan kesan hangat yang dipancarkan dari kuning lampunya. Dengan paduan tema warna merah dan hitam, Tanabata menciptakan kesan ruang yang calm dan hangat. Pada satu dindingnya, terdapat infografis edukatif mengenai kopi yang bisa Anda pelajari dengan mudah.

Pesona industrialis hadir dari jenis paparan yang beragam. Mulai dari ekspos bata, paduan besi dan kabel yang tampak rapi, dan karakter kayu yang muncul pada meja, kursi, dan rak-raknya.

Whirling door pemisah ruang dalam dan luar memberikan pengalaman ruang yang menarik. Dengan seluruh pintu yang bisa berputar, memungkinan pengunjung untuk masuk dari mana pun tanpa mengganggu ruang gerak yang lain.

Tanabata juga menawarkan loyalty card bagi pengunjung setianya yang akan mendapatkan satu minuman gratis setiap pengumpulan sembilan stempel pada kartu. Hidangan spesial yang dihadirkan berupa ragam variasi kopi dengan espresso based dan non-coffee. Selain itu, sajian minuman spesial khas Aceh, kopi sanger, juga menjadi minuman spesial di Tanabata. Makanan yang bisa Anda cicipi berupa panganan teman mengopi, cakes, kue tradisional, dan makanan berat berupa makanan jepang, nasi, mie, dan pasta.

Berlokasi di jalan Teuku Iskandar No. 304, Ulee Kareng, Tanabata menjadi tempat yang cocok untuk berkumpul bersama teman-teman dan keluarga Anda. Informasi lebih lanjut bisa kunjungi Instagram @tanabatacoffee, Twitter @tanabata_coffee, atau Facebook Tanabata Coffee. (Muhammad Farhan Barona)

Peta :



http://iloveaceh.org